Bandung Harian Indonesian com
Rencana simulasi penutupan Jembatan Tol Bodogol-GBI dipastikan batal dilaksanakan. Keputusan ini diambil setelah acara Diskusi Umum yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Buahbatu telah selesai dilaksanakan namun terdapat beberapa pertanyaan dari Anggota DPRD Kabupaten Bandung Bapak Praniko Imam Sagita, S.H., M.H., kepada Jasa Marga yang belum dijawab.
Setelah acara diskusi selesai, terjadi diskusi lanjutan antara Anggota DPRD Kabupaten Bandung Bapak Praniko Imam Sagita, S.H., M.H., dengan perwakilan PT. Jasa Marga yang hadir disaksikan oleh beberapa peserta yang belum meninggalkan lokasi diskusi, termasuk perwakilan Polrestabes Bandung, Perwakilan Polresta Bandung, Camat Bojongsoang, Perwakilan Camat Rancasari, Kepala Desa Buahbatu, dan beberapa Ketua RW beserta masyarakat.
Dalam diskusi lanjutan itu, tidak ada jawaban yang diberikan oleh PT. Jasa Marga terkait aspirasi membuka akses Gerbang Tol Purbaleunyi di sekitar Komplek GBI, sehingga diputuskan simulasi yang awalnya direncanakan hari ini (30/07/2026) dibatalkan.
Mengenai rencana perbaikan oprit jembatan yang semula akan dilaksanakan mulai hari Senin, 3 Agustus 2026 belum bisa dipastikan apakah akan berjalan sesuai rencana, penundaan jadwal, atau dibatalkan.
Pada diskusi lanjutan tersebut, diputuskan bahwa kepastian jadwal perbaikan oprit jembatan akan ditentukan setelah adanya rapat lintas instansi yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, membahas solusi pembukaan Gerbang Tol di sekitar Komplek GBI serta mitigasi dampak yang ditimbulkan akinat penutupan Jembatan Tol Bodogol-GBI
Pertemuan Diksusi Umum yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Desa Buahbatu ini digelar di BUMDes Desa Buahbatu mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB tersebut menjadi ruang dialog krusial. Meskipun tahapan diskusi sebelumnya sempat dinyatakan selesai, pertemuan ini kembali dibuka guna menyelaraskan pandangan, terutama terkait dampak sosial dan teknis rekayasa lalu lintas di lapangan.
Faktor utama yang mendasari pembatalan simulasi ini adalah masih diperlukannya pendalaman lebih lanjut mengenai kepastian akses bagi kendaraan roda empat. Dalam forum tersebut, Bapak Praniko menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait skenario pembukaan akses Gerbang Tol di sekitar Komplek GBI, yang hingga akhir rapat belum mendapatkan jawaban secara komprehensif dari pihak PT Jasa Marga.
Langkah pembatalan simulasi ini pada akhirnya disepakati sebagai wujud kehati-hatian bersama. Penundaan ini memberikan waktu bagi PT Jasa Marga untuk merumuskan kajian yang lebih matang dan menjawab kekhawatiran masyarakat sebelum menerapkan kebijakan rekayasa lalu lintas.
Dengan dibatalkannya agenda simulasi tersebut, operasional Overpass GBI Bodogol saat ini dipastikan tetap berjalan normal bagi seluruh pengguna jalan. Ke depannya, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi demi menghasilkan solusi infrastruktur yang paling optimal dan berpihak pada kenyamanan mobilitas warga.
jurnalis.deny. kaperwil jabar
editor. Ibnu Agusmar
