Langkat 11/08/2026. Harian Indonesian com
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa Perkebunan Se’i Musam Elianto secara resmi membuka turnamen olahraga bola voli dan sepak takraw antar-dusun. Agenda tahunan ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai ajang kompetisi fisik, melainkan wahana strategis untuk merawat ikatan kolektif dan memupuk kebersamaan antarwarga di seluruh wilayah dusun.
Pembukaan perhelatan yang sarat akan nilai-nilai kebangsaan ini dipusatkan di lapangan olahraga Desa Perkebunan Se’i Musam. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Kepala Dusun, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias memberikan dukungan kepada kontingen dusun mereka masing-masing.
Olahraga sebagai Intrumen Kohesi Sosial
Kepala Desa Perkebunan Se’i Musam dalam keterangannya menegaskan bahwa pemilihan cabang bola voli dan sepak takraw memiliki urgensi sosial yang mendalam. Kedua olahraga tradisional-modern ini membutuhkan koordinasi yang presisi, kepercayaan antar-pemain, serta kedisiplinan—elemen fundamental yang selaras dengan nilai gotong royong warga desa.
Kemerdekaan Indonesia yang ke-81 ini patut kita semarakkan dengan kegiatan yang menguatkan simpul-simpul persatuan. Melalui turnamen antar-dusun ini, olahraga kita jadikan sebagai intrumen kohesi sosial—meruntuhkan sekat antarwilayah serta membangun ruang interaksi yang sehat dan harmonis,” ungkapnya saat memberi sambutan pembukaan.
Dinamika Kompetisi dan Harmoni Kemasyarakatan
Turnamen ini melibatkan perwakilan tim terbaik dari tiap-tiap dusun di Desa Perkebunan Se’i Musam. Pertandingan sepak takraw yang mengandalkan ketangkasan dan akrobatik, dipadu dengan sengitnya reli poin pada cabang bola voli, menyedot perhatian publik lokal dan menghidupkan iklim ekonomi kreatif UMKM warga di sekitar area pertandingan.
Seluruh rangkaian laga dijadwalkan berlangsung hingga menjelang malam puncak peringatan 17 Agustus. Pihak panitia menekankan pentingnya menjunjung tinggi prinsip fair play dan sportivitas sepanjang turnamen, sehingga atmosfer perayaan kemerdekaan tetap berjalan kondusif, aman, dan berkesan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Jurnalis. Hambali
editor Ibnu Agusmar
