LABUHANBATU, Harian Indonesian Indonesia .com
Semangat melestarikan budaya leluhur tampak nyata di Kampung Baru III, Desa Sei Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu. Warga menggelar tradisi yang dirangkai dengan pertunjukan kesenian tradisional Kuda Lumping. Minggu, 28 September 2026.
Kuda Lumping merupakan warisan budaya khas masyarakat Jawa yang hingga kini tetap berakar dan berkembang subur di tanah perantauan Sumatera Utara.
Suasana kebersamaan menyelimuti pelataran warga sejak sore hari. Para penari muda tampil penuh semangat dan atraktif, menampilkan gerakan khas Kuda Lumping dengan mengenakan pakaian adat berwarna-warni serta atribut kuda anyaman yang menjadi ciri khas kesenian ini.
Diiringi tabuhan musik gamelan dan gendang yang menghentak, pertunjukan berhasil memukau warga yang hadir, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Acara Sedekah Bumi sendiri bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wujud rasa syukur warga atas hasil panen dan berkat keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Warisan yang Harus Dijaga
Keterikatan budaya Jawa yang dibawa para leluhur tetap terjaga erat dan menyatu dengan kehidupan masyarakat setempat, menciptakan harmoni yang indah dan patut dibanggakan.
Para tokoh masyarakat berharap kesenian ini tidak punah ditelan zaman, melainkan terus diwariskan kepada generasi muda.
Dukungan penuh dari pemerintah desa, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci agar budaya bangsa tetap hidup, bersinar, dan dikenal luas, tidak hanya di Nusantara tetapi juga di mata dunia.
Kehadiran Kuda Lumping dalam Sedekah Bumi menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya Indonesia adalah kekayaan tak ternilai yang harus dijaga bersama.
Reporter: Susanto
