LANGKAT 06/09/2026. Harian Indonesian com
Banjir kembali menjadi persoalan yang mengganggu aktivitas masyarakat di Desa Sekoci, Kabupaten Langkat. Kondisi tersebut kembali menimbulkan kekhawatiran warga, terutama apabila persoalan banjir terus berulang tanpa adanya penanganan yang menyentuh akar permasalahan.
Masyarakat berharap pemerintah tidak menganggap banjir yang terjadi sebagai sesuatu yang biasa hanya karena persoalan tersebut kerap muncul setiap tahun. Bencana yang berulang seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan mengambil langkah nyata.
Warga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak, serta melakukan langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Selain penanganan saat banjir terjadi, masyarakat juga berharap adanya solusi jangka panjang, seperti evaluasi kondisi drainase, aliran sungai, maupun faktor lain yang menjadi penyebab genangan. Dengan demikian, penanganan tidak hanya bersifat sementara ketika banjir datang, tetapi juga mencegah dampak yang lebih besar di kemudian hari.
Jangan sampai banjir di Desa Sekoci hanya dicatat sebagai “bencana tahunan”. Jika kejadian terus berulang, sudah saatnya persoalan tersebut menjadi perhatian serius dan masuk dalam prioritas penanganan pemerintah.
Masyarakat tentu tidak menginginkan banyak janji. Yang mereka harapkan adalah kehadiran pemerintah, respons cepat, dan solusi yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Kini, warga Desa Sekoci kecamatan BESITANG menunggu: sejauh mana pemerintah akan sigap menyikapi persoalan banjir yang kembali menghampiri mereka?
Banjir boleh datang berulang, tetapi kepedulian dan tindakan pemerintah jangan sampai ikut berulang sebatas seremonial
Jurnalis. Hambali
editor . Ibnu Agusmar
