BINJAI . Harian Indonesian com
Suasana sore di Lapangan Merdeka Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, mendadak berubah mencekam pada Senin (14/9/2026). Di tengah tiupan angin kencang dan rintihan hujan gerimis, seorang pedagang mainan lukisan anak-anak, Lilla Afriana (40), tewas setelah tertimpa dahan pohon besar yang patah di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi mata sekaligus sesama pedagang, Indra, insiden nahas tersebut terjadi begitu cepat ketika korban bersiap menggelar lapak dagangannya di pinggir lapangan.
“Tadi memang anginnya kencang kali dan hujan udah turun rintik-rintik, tiba-tiba dahan pohon jatuh menimpa korban hingga tak sadarkan diri,” ujar Indra di lokasi kejadian.
Evakuasi dan Penanganan Medis
Pasca-kejadian, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Binjai langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk mengevakuasi dahan pohon yang patah. Petugas juga memotong bagian pohon lainnya yang terpantau sudah rapuh guna mengantisipasi bahaya susulan bagi masyarakat.
Sementara itu, korban yang sempat dilarikan ke RSUD dr Djoelham Binjai tidak tertolong. Direktur Utama RSUD dr Djoelham Binjai, Doni, mengonfirmasi bahwa nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka parah yang dialaminya.
Iya benar, korban sudah meninggal dunia karena mengalami cedera parah di kepala bagian belakang sampai mulut dan hidungnya mengeluarkan darah,” jelas Doni.
Kepulangan Jenazah ke Rumah Duka
Saat ini, jenazah almarhumah telah berada di RSUD dr Djoelham Binjai dan sedang dalam proses pemulangan menuju rumah duka keluarga di Jalan AR Hakim, Lingkungan III, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara.
Suasana duka tampak menyelimuti pihak keluarga yang didampingi oleh petugas Pemko Binjai serta aparat kepolisian di rumah sakit.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat akan pentingnya peremajaan serta pemangkasan pohon-pohon di ruang publik, terutama saat menghadapi potensi cuaca ekstrem demi keselamatan bersama.
( Penulis HAMBALI )
Editor. IBNU Agusmar
