Media Hariaan Indonesia Muaradua Oku selatan
Mimpi buruk warga Buana Pemaca terulang. Kawanan gajah liar kembali turun gunung dan mengobrak-abrik lahan pertanian di Desa Sinar Danau, Kecamatan Buana Pemaca, OKU Selatan.
Jagung yang tinggal menghitung hari menuju panen ludes diinjak dan dilalap. Petani kembali menanggung kerugian besar.
Ini bukan pertama kali. Sudah berkali-kali gajah masuk. Kami rugi terus. Jagung mau panen, habis semalam keluh SN, 45, petani Desa Sinar Danau MT Sabtu, 6 Juni 2026.
Warga mengaku muak dengan janji. Sejak tahun lalu, pemerintah dan pihak terkait berulang kali menjanjikan relokasi gajah. Namun hingga kini belum ada realisasi.
Waktu itu katanya mau dipindah. Bulan ini, bulan depan. Mundur terus. Sampai sekarang batang hidung gajahnya masih di sini. Kami yang disuruh sabar terus. tegas HR, tokoh masyarakat setempat dengan nada tinggi.
Menurut warga, tidak ada tindakan nyata di lapangan. Patroli hanya datang sesaat setelah gajah merusak, lalu hilang. Tak lama, kawanan gajah datang lagi.
Serangan terbaru kembali memporak-porandakan beberapa hektare kebun jagung di Desa Sinar Danau. Padahal biaya tanam sudah keluar banyak. Pupuk mahal, bibit mahal
Kalau begini terus kami mau makan apa. Utang di toko tani belum lunas. Anak mau masuk sekolah butuh biaya. Pemerintah jangan cuma janji ujar MR petani lainnya.
Dampaknya, warga takut keluar malam. Aktivitas ke kebun dibatasi. Rasa aman hilang, kekecewaan memuncak.
Warga Desa Sinar Danau kini menantang BKSDA Sumsel dan Pemkab OKU Selatan. Mereka menuntut aksi nyata, bukan lagi sosialisasi dan rapat.
Kami tidak butuh kata ‘akan. Kami butuh kata ‘sudah. Sudah dipindah sudah dihalau, sudah diganti rugi. Jangan tunggu ada korban nyawa baru bergerak kata HR.
Warga mempertanyakan kepastian waktu pelaksanaan relokasi. Mereka menolak hanya diberi angin segar tanpa jadwal jelas.
Jangan selalu janji. Kapan dilaksanakan? Kami petani, penghasilan hanya dari bertanam. Apakah harus ada korban dulu baru pemindahan terlaksana?” ujar salah satu narasumber.
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, warga khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari BKSDA Sumsel maupun Pemkab OKU Selatan terkait serangan gajah terbaru dan mandeknya rencana relokasi.
Romy Batara 94
