BANDA ACEH. media Harian Indonesian com 07/07/2026.
Wisatawan Asal Medan Patumbak Warisno / Novijulianti kunjungan ke wisata Sabang yang penuh keindahan . Menatap hamparan Samudra Hindia yang luas tanpa batas dari ujung paling barat Nusantara kini semakin menjadi magnet bagi para pelancong domestik maupun mancanegara.
Tugu Kilometer Nol Indonesia yang terletak di Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Sabang, terus bersolek dan mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata ikonik yang wajib dikunjungi.
Perjalanan menuju ke sana menyuguhkan panorama hutan tropis yang asri serta sesekali disambut oleh satwa liar penghuni pulau. Begitu tiba di lokasi, angin laut yang kencang dan pemandangan tebing curam langsung menyapa para pengunjung, memberikan sensasi berada di “ujung dunia” ujar Warisno.
Simbol Pemersatu Bangsa
Tugu Kilometer Nol bukan sekadar penanda geografis. Tempat ini memuat nilai historis dan emosional yang kuat bagi setiap warga negara Indonesia yang berkunjung. Mendiri tegak dengan ketinggian beberapa puluh meter, tugu ini menjadi simbol awal dari bentangan luas wilayah Indonesia yang berakhir di Merauke, Papua.
Bagi para wisatawan, mengunjungi tempat ini belum lengkap tanpa membawa pulang Sertifikat Nol Kilometer.
Sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kota Sabang ini menjadi bukti otentik bahwa pemiliknya telah menginjakkan kaki di titik paling barat Indonesia.
Daya Tarik Utama Wisata Titik Nol
Selain nilai sejarahnya, kawasan wisata ini menawarkan berbagai pengalaman menarik bagi pengunjung:
Berburu Sunset Terbaik: Lokasinya yang menghadap langsung ke arah barat menjadikan Tugu Kilometer Nol salah satu spot terbaik di Aceh untuk menikmati detik-detik tenggelamnya matahari di cakrawala.
Wisata Kuliner Khas: Di sekitar area tugu, terdapat deretan stan yang menjajakan kuliner lokal, mulai dari Kopi Gayo yang melegenda, mi Aceh pedas mendidih, hingga kelapa muda segar.
Fasilitas yang Semakin Memadai: Pemerintah setempat terus membenahi infrastruktur, termasuk menyediakan area parkir yang luas, jalur pedestrian yang nyaman, dek pandang (viewing deck) untuk berswafoto, serta fasilitas ibadah.
Catatan Perjalanan Wisatawan: Warisno / Novijulianti.
“Berdiri di sini memberikan rasa nasionalisme yang berbeda. Melihat laut lepas dan tahu bahwa ini adalah titik awal negara kita adalah pengalaman yang magis,” ujar seorang wisatawan asal Medan Patumbak.
Akses dan Tips Berkunjung
Untuk mencapai Pulau Weh (Sabang), wisatawan dapat menggunakan kapal cepat (sekitar 45 menit) atau kapal feri lambat (sekitar 2 jam) dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, menuju Pelabuhan Balohan, Sabang. Dari pelabuhan, perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan darat selama kurang lebih 1 jam menuju titik nol.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada sore hari menjelang magrib guna menghindari cuaca terik sekaligus mendapatkan momen matahari terbenam yang sempurna. Wisatawan juga diimbau untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam hutan lindung di sepanjang jalur wisata tersebut.
( jurnalis Hambali)
