SEI BINGAI . Harian Indonesian com.
Pemerintah Desa Emplasmen Kwala Mencirim menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kantor Desa Emplasmen Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Selasa (4/8/2026).
Forum strategis ini diselenggarakan guna merumuskan rencana pembangunan desa yang partisipatif, terarah, dan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Sei Bingai, Thomas Sitepu, S.E., beserta jajaran pemerintah kecamatan, termasuk Sekretaris Camat, Kasi Pemerintahan, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Hadir pula Kepala KUA Kecamatan Sei Bingai, Suherman, S.Sos.I., Kepala Desa Emplasmen Kwala Mencirim, Kristian, unsur TNI-Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), perwakilan BKKBN, Penyuluh Pertanian, Dinas Perairan, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Tepat Sasaran
Dalam sambutannya, Camat Sei Bingai Thomas Sitepu menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah, berbagai lembaga, dan elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci utama agar setiap program yang dirumuskan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan desa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala KUA Kecamatan Sei Bingai, Suherman, turut memaparkan sejumlah poin penting terkait penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan aspek keagamaan di tengah masyarakat.
Fokus Penguatan Keagamaan, Pembinaan Muallaf, dan Pencegahan Pernikahan Dini
Suherman menyampaikan bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik semata, melainkan juga harus diimbangi dengan pembinaan mental dan spiritual warga.
Beberapa poin krusial yang disorot meliputi:
Penguatan Pembinaan Keagamaan: Mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan pengajian rutin demi memperkokoh nilai-nilai moral dan karakter generasi muda.
Pendampingan Muallaf Berbasis Kolaborasi: Memaparkan program pembinaan muallaf hasil kerja sama KUA Kecamatan Sei Bingai dengan Baznas Kabupaten Langkat melalui program SWC (Study, Work, Camp).
Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan ibadah, pemahaman keislaman yang komprehensif, serta dukungan sosial bagi para muallaf.
Edukasi Pencegahan Perkawinan Usia Anak: Mengimbau seluruh elemen masyarakat—mulai dari orang tua, pemerintah desa, tokoh agama, hingga tenaga pendidik—untuk bersama-sama mencegah pernikahan di bawah umur.
Ia menegaskan bahwa kematangan usia pernikahan sangat krusial untuk menekan potensi masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan ketahanan keluarga.
Menuju Masyarakat yang Maju, Religius, dan Sejahtera
Musrenbang yang berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh kebersamaan ini diisi dengan sesi diskusi terbuka, di mana berbagai aspirasi dan usulan pembangunan dari warga ditampung sebagai draf utama perencanaan desa ke depan.
Melalui sinergi solid antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, KUA, dan segenap lapisan masyarakat, diharapkan perencanaan pembangunan di Desa Emplasmen Kwala Mencirim mampu mewujudkan visi besar: membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara fisik tetapi juga unggul dalam kualitas SDM, harmonis, religius, dan sejahtera.
Penulis ( HAMBALI
editor. Ibnu Agusmar
