Sibolga . Harian Indonesian com. Sabtu 18/07/2026
Ratusan warga mendatangi kediaman seorang pria bernama Risman Lase di Jalan Sibolga Baru, Kota Sibolga, Sabtu (18/7/2026), menyusul beredarnya sebuah video viral yang dinilai berisi tudingan, penghinaan, dan ancaman terhadap masyarakat Kelurahan Pasar Belakang.
Aksi warga tersebut dipicu oleh pernyataan dalam video yang beredar luas di media sosial. Dalam video itu, Risman Lase diduga menuduh pelaku kriminal bersembunyi di Kelurahan Pasar Belakang. Selain itu, ia juga disebut menyampaikan ancaman akan datang bersama massa untuk mengobrak-abrik kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Warga menilai tudingan itu tidak memiliki dasar yang jelas dan berpotensi merusak kerukunan serta mencemarkan nama baik masyarakat Kelurahan Pasar Belakang yang selama ini hidup berdampingan secara damai.
Saat ratusan warga mendatangi rumahnya, Risman Lase akhirnya menyampaikan permohonan maaf melalui sebuah video klarifikasi. Dalam pernyataannya, ia meminta maaf kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung maupun dirugikan atas ucapannya.
“Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ujar Risman Lase dalam video yang beredar.
Namun, permohonan maaf tersebut belum sepenuhnya meredakan kekecewaan masyarakat. Salah seorang warga Kelurahan Pasar Belakang, Muhammad Rambe, menilai klarifikasi yang disampaikan tidak mencerminkan kesungguhan untuk meminta maaf kepada masyarakat yang telah disudutkan.
“Saya lahir dan besar di Kelurahan Pasar Belakang.
Selama ini kami berusaha menahan diri terhadap berbagai tuduhan yang seolah-olah menyebut masyarakat kami menyembunyikan pelaku kriminal. Tuduhan seperti itu sangat melukai perasaan warga,” ujarnya.
Muhammad Rambe juga menyoroti cara Risman Lase menyampaikan klarifikasi yang dinilai tidak menunjukkan penghormatan kepada masyarakat yang telah tersinggung akibat pernyataannya.
Menurutnya, warga Pasar Belakang selama ini menjaga kehidupan sosial yang harmonis dan tidak ingin nama baik daerahnya dirusak oleh tudingan yang tidak dapat dibuktikan.
Situasi di sekitar lokasi sempat dipadati warga yang meminta persoalan tersebut segera diselesaikan secara baik-baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Meski demikian, masyarakat tetap mengecam isi video yang dianggap telah mencoreng citra Kelurahan Pasar Belakang dan masyarakat Kota Sibolga secara umum.
Sejumlah warga juga meminta agar aparat penegak hukum menelaah isi video tersebut apabila ditemukan unsur dugaan pencemaran nama baik, penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan kebencian, maupun pelanggaran hukum lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Di penghujung aksi, sebagian warga menyampaikan aspirasi agar Risman Lase meninggalkan Kota Sibolga dalam waktu tiga jam sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pernyataannya.
Namun, tuntutan tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan bukan keputusan resmi dari aparat atau lembaga yang berwenang.(M.T)
