Media Harian indonesi
MUARADUA 12/05/2026
Bencana hidrometeorologi kembali melanda Sumatera Selatan. Luapan Sungai Teriti di Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, memutus dua jembatan vital dan menghanyutkan bronjong pasar, Senin malam (11/5/2026). Ribuan warga terisolasi.
Bupati OKU Selatan Abusama, S.H. langsung mengeluarkan peringatan keras: masyarakat dilarang mendekati bantaran Sungai Teriti dan lokasi jembatan yang ambruk.
Intensitas hujan tinggi sejak Senin sore (11/5/2026) memicu naiknya debit Sungai Teriti secara drastis. Sekitar malam hari, sungai meluap dan menghantam infrastruktur.
Dua akses utama warga lumpuh total. Pertama, jembatan penghubung Desa Teluk Agung – Pulau Duku putus. Kedua, Jembatan Besar Teriti yang menjadi nadi penghubung Desa Teluk Agung – Air Baru rusak parah dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Bencana tak berhenti di situ. Bronjong penahan tebing di Pasar Teluk Agung ikut hanyut disapu arus deras. Aktivitas ekonomi warga terganggu.
Merespons kejadian ini, Bupati Abusama menegaskan keselamatan warga di atas segalanya.
“Kami meminta masyarakat tetap berhati-hati, tidak memaksakan melintas di lokasi terdampak, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegas Abusama, Selasa (12/5/2026).
Ia menekankan warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, curah hujan di wilayah OKU Selatan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan bergerak cepat. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang bersama BPBD OKU Selatan telah diterjunkan ke lokasi bencana.
Tim gabungan saat ini melakukan peninjauan kerusakan dan penanganan awal darurat. Langkah cepat ini diambil untuk mencegah kerusakan meluas sekaligus merumuskan solusi agar akses warga segera pulih.
“Pemkab OKU Selatan akan terus memantau perkembangan situasi dan mengupayakan langkah-langkah penanganan secepat mungkin agar akses masyarakat dapat kembali normal,” tambah Bupati.
Putusnya dua jembatan ini berdampak signifikan. Jalur distribusi logistik, akses pendidikan, dan layanan kesehatan warga Desa Teluk Agung, Pulau Duku, dan Air Baru dipastikan terganggu.
Romy Batara 94
