Skip to content
PT ANUGRAH MAKMUR REPUBLIK

PT ANUGRAH MAKMUR REPUBLIK

+62 819-4463-7476

Primary Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Economy
    • Technology
    • Crypto Currency
  • Entertaiment
    • Fashion
    • Travel
    • Gaming
    • Sports
  • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
HARIAN TV
  • Home
  • Nasional
  • BNPB GANDENG APARAT PENEGAK HUKUM CEGAH PUNGLI BANTUAN BENCANA
  • Nasional

BNPB GANDENG APARAT PENEGAK HUKUM CEGAH PUNGLI BANTUAN BENCANA

Mediaharianindonesia.bot Maret 31, 2026
BNPB GANDENG APARAT PENEGAK HUKUM CEGAH PUNGLI BANTUAN BENCANA

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng aparat penegak hukum guna mengantisipasi dan menindak tegas potensi pungutan liar dalam proses penyaluran bantuan serta pembangunan rumah hunian korban bencana, termasuk di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat ditemui di Jakarta, Senin, menegaskan keterlibatan Polri dan Kejaksaan dalam surat pengajuan dari bupati dan wali kota bertujuan agar setiap usulan bantuan memiliki dasar hukum yang kuat dan terjustifikasi.

“Inilah kenapa dalam surat pengajuan pimpinan daerah kita mengikutsertakan APH (aparat penegak hukum). Jika pungli dilakukan oleh preman maka ditangani kepolisian, namun jika melibatkan aparat pemerintah maka dilaporkan ke Kajari karena sudah masuk ranah kriminal,” kata dia.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons BNPB atas adanya dugaan pungutan senilai Rp3 juta dari oknum perangkat desa kepada warga penyintas bencana di Desa Tetingi, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Uang pungutan tersebut ditujukan oleh perangkat pemerintah desa sebagai jaminan bagi penyintas bencana mendapatkan rumah hunian sekaligus lahan rumah hunian tetap.

Desa Tetingi sendiri dihuni oleh 133 kepala keluarga atau 418 jiwa yang semua terdampak banjir bandang pada 26 November 2025. Dengan catatan 33 rumah hanyut dan 42 rumah lainnya mengalami rusak berat sehingga harus direlokasi ke hunian baru yang dibangun pemerintah.

BNPB, menurut Abdul hingga saat ini, belum menerima laporan resmi terkait praktik pungli dari masyarakat penerima manfaat, meskipun hampir 99 persen pengungsi di tenda-tenda darurat kini telah berpindah ke rumah hunian sementara (huntara).

BNPB telah menempatkan pejabat setingkat Eselon II atau Perwira Tinggi TNI/Polri di lapangan sebagai penghubung (PIC) untuk seluruh proses penanggulangan bencana, mulai dari fase tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Saya tegaskan lagi, huntara atau huntap itu dibangun oleh pemerintah (pusat). Bukan pemerintah daerah, tapi pemerintah. Baik ini BNPB, kemudian Kementerian PU, dan Kementerian PKP, ini yang membangun fisik huntara dan huntapnya. Pemerintah daerah menyediakan lahannya dan siapa penerimanya,” kata dia menegaskan.(*)

About The Author

Mediaharianindonesia.bot

See author's posts

Continue Reading

Previous: PENYINTAS BENCANA DI ACEH TAMIANG KEMBALI KE RUMAH
Next: Aliran Sungai Tangkelese Diduga Ditimbun Tambang Batubara PT. ASTAKA DODOL,Alarm Keras Kerusakan Lingkungan diwilayah Sanga Desa Musi Banyuasin.

Related News

*Mendagri Tito Dampingi Presiden pada Kursus Pemantapan Kepemimpinan Ketua DPRD Seluruh Indonesia*
  • Nasional

*Mendagri Tito Dampingi Presiden pada Kursus Pemantapan Kepemimpinan Ketua DPRD Seluruh Indonesia*

Mediaharianindonesia.bot April 18, 2026
Gotong Royong sebagai Strategi Kolektif Penguatan Tata Kelola Lingkungan dan Legitimitas Pemerintahan di Kelurahan Mangun Jaya Kec Babat Toman.
  • Economy
  • Kabar Daerah
  • Nasional

Gotong Royong sebagai Strategi Kolektif Penguatan Tata Kelola Lingkungan dan Legitimitas Pemerintahan di Kelurahan Mangun Jaya Kec Babat Toman.

Editor katada April 18, 2026
*Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan*
  • Nasional

*Kemendagri: Pemimpin Berintegritas Tidak Melanggar Sumpah Jabatan*

Mediaharianindonesia.bot April 17, 2026

About Me

Tag Clouds

Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.