Media Hariaan. Indonesia .com muaradua oku 13/06/26
Saat Presiden canangkan “Makan Bergizi Gratis” sebagai vaksin stunting, di SDN 02 Pasar Muaradua program itu diduga berubah wujud: jadi “Makan Berpotensi Gratis” untuk oknum.
Awak Media membongkar dugaan mark-up data penerima MBG di sekolah dasar negeri kebanggaan Kota Muaradua. Bukan 1-2 paket. Tapi 42 porsi makanan setiap hari disalurkan ke nama siswa yang jasadnya tak ada di bangku kelas. 13/06/2026
Fakta di lapangan telanjang. Data dapodik mencatat 258 siswa aktif TA 2025/2026. Realitanya, 38 siswa kelas 6 sudah resmi libur sejak 2 Juni 2026 pasca ujian akhir. Tak ada upacara, tak ada pelajaran, tak ada absen. Mereka sudah “wisuda dini .
Tapi lihat tanggal 10 Juni 2026. Jatah MBG untuk 38 “siswa hantu” itu tetap cair. Ditambah selisih lain, total 42 paket fiktif. Setiap hari. Setiap porsi. Entah mendarat di piring siapa.
Kepala Sekolah Supina Azeryana berdalih klasik: “Kami ajukan sesuai dapodik. Pembagian urusan petugas MBG.” Kalimat yang sama, dipakai banyak sekolah saat data diobrak-abrik.
Surat Edaran BGN No. 8/2026 poin e ayat 1 jelas: MBG hanya untuk peserta didik yang hadir belajar Senin-Jumat_. Titik. Siswa libur = hak gugur. Ini bukan abu-abu. Ini hitam-putih.
Kalau semua pihak tidak tahu lalu siapa yang tahu 42 paket itu larinya kemana
MBG dicipta untuk mengisi perut anak yang konsentrasi belajar. Bukan mengisi perut oknum yang konsentrasi mark-up. SDN 02 Pasar Muaradua jadi cermin retak: pengawasan longgar, integritas runtuh.
Cukup spanduk “MBG untuk Indonesia Emas. Kini saatnya bukti. Kami menuntut:
38 siswa libur. 42 data fiktif. 1 pertanyaan yang menghantui Muaradua: Kalau makanan bergizi anak bangsa bisa dicatut semudah ini, apalagi dana lain
SDN 02 Pasar Muaradua sudah berbunyi. Alarmnya keras. Sekarang giliran negara yang menjawab: diam, atau tindak
Romy Batara 94
