Harianindonesia.com – Pemerintah siap membelanjakan anggaran senilai Rp 12,8 triliun untuk menjalankan program stimulus ekonomi triwulan I-2026. Dana tersebut memberikan insentif transportasi hingga program bantuan sosial.
“Targetnya adalah menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena triwulan pertama itu penting. Sebab pada triwulan pertama tahun lalu (2025) pertumbuhan ekonomi lalu relatif lebih rendah,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta pada Selasa (3/2/2026).
Bila berkaca pada triwulan I-2025, saat itu hanya tumbuh 4,87%, sehingga saat ini pemerintah sudah bergerak cepat saat sejak awal tahun agar pertumbuhan ekonomi bisa mencapai target. Mengingat pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4%.
Advertisement
Stimulus ini mencakup diskon tarif transportasi untuk menyokong sisi penawaran (supply). Sedangkan sejumlah bantuan sosial baik dalam bentuk beras maupun minyak goreng sebagai upaya penguatan sisi permintaan(demand).
“Anggarannya relatif untuk diskon sekitar Rp 200 miliar. Sedangkan satu lagi pemerintah memberikan bansos berupa beras 10 kilogram untuk dua bulan. Ditambah minyak kita untuk dua bulan. Nah itu besarannya sekitar Rp 12 triliun,” terang Airlangga.
Sebelumnya Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan stimulus jelang Lebaran tersebut merupakan upaya pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026.
“Polanya adalah diskon tarif transportasi dan diskon tiket itu kan lebih insentif di sisi supply. Dari sisi demand juga tetap digulirkan untuk peningkatan daya beli masyarakat. Demand diperkuat dan harga dari sisi supply dikurangi sehingga ada titik temu,” kata Susiwijono.
Pemerintah memberikan diskon tiket kereta api, kapal, dan pesawat sebab sektor transportasi memberikan kontribusi yang cukup besar ke perekonomian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,62% dan memberikan kontribusi sebesar 6,10% ke pertumbuhan ekonomi triwulan III-2025. Oleh karena itu pemerintah siap memberikan diskon pada sektor transportasi.
“Oleh karena itu kita tetap ingin mengusulkan. Bahkan kalau bisa, misalkan pesawat kan waktu itu kan diskon antara 13-16%. Kami mengusulkan kalau bisa lebih lagi tetapi dengan alternatif usulan banyak,” tutur Susiwijono.
Beberapa stimulus yang akan diberikan adalah:
– Diskon transportasi perjalanan Idulfitri (kereta api, transportasi laut, angkutan darat, penyeberangan feri, dan transportasi udara)
– PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk tiket pesawat
– Bantuan pangan (beras dan minyak goreng)
– Program magang lulusan (kelanjutan dari kebijakan Triwulan IV 2025) (*)
