Harianindonesia.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memberikan literasi keuangan kepada para atlet yang menerima bonus usai berlaga di pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2025 Thailand. Literasi keuangan tersebut bertujuan agar para atlet dapat mengelola uang untuk mempersiapkan masa depan setelah tak lagi aktif.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat prosesi pemberian bonus SEA Games 2025 kepada para atlet dan tim kepelatihan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
“Kami juga memberikan literasi keuangan kemarin. Kami mengumpulkan hampir 400 pelatih dan tentu para atlet. Kurang lebih 1,5 jam,” ucap Erick di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Erick berharap, melalui literasi keuangan yang diberikan Kemenpora, para atlet dan jajaran pelatih dapat mengelola bonus secara bijak sehingga kesejahteraan mereka tetap terjaga hingga masa pascapensiun.
“Ini sesuai dengan arahan Bapak (presiden) bahwa bonus yang bapak berikan, yang negara berikan, bapak selalu pesen kepada kami ini adalah sebagai amanah untuk masa depan mereka, masa depan mereka yang mereka harus jaga,” pungkas Erick.
Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo memimpin prosesi pemberian bonus Rp 465,25 miliar untuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2025.
Bonus terbesar SEA Games diberikan kepada atlet perorangan peraih medali emas senilai masing-masing Rp 1 miliar. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan SEA Games 2023 yaitu sebesar Rp 525 juta.
Sementara itu, bonus untuk atlet perorangan peraih medali perak dan perunggu tetap sama seperti edisi sebelumnya, masing-masing Rp 315 juta dan Rp 157 juta.
Adapun atlet kategori ganda dan beregu menerima bonus emas, perak, dan perunggu dengan skema perhitungan khusus. Bonus tersebut diserahkan secara simbolis oleh Presiden Prabowo kepada perwakilan atlet. (*)
