HARIAN INDONESIA.Com
Bandar Lampung Profesionalitas petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panjang patut dipertanyakan, karena membiarkan adanya kapal jenis tongkang pengangkutan BBM ilegal bebas berlayar tanpa kantongi ijin di pantai selaki panjang .
Maraknya peredaran BBM ilegal jenis solar di wilayah perairan Selaki Panjang disinyalir melibatkan oknum – Oknum Petugas KSOP dan Aparat Penegak Hukum ini mempengaruhi Profesionalitas pengawasan dalam penyalahgunaan bisnis BBM ilegal terkesan cenderung tebang pilih, dimana masyarakat kecil ditindak tegas, tetapi jaringan mafia besar di biarkan begitu saja bebas beroperasi.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, kapal tongkang tersebut diduga memuat BBM ilegal jenis solar dari salah – satu gudang penimbunan BBM ilegal yang berada di jalan Tarahan tidak jauh dari Pertamina Panjang yang diduga milik seorang oknum TNI AD Jakcson bersama warga sipil inisial H.
“Infonya mas kapal tongkang itu memuat BBM solar ilegal dari gudang yang ada di Tarahan Deket pelabuhan panjang yang saya ketahui gudang nya itu milik oknum TNI AD namanya bang Jeksen dinas nya di Tulang Bawang dan warga sipil inisial H. ucap sumber inisial RS (5/1/2026)
Warga meminta kepada aparat penegak hukum untuk usut tuntas penimbunan BBM ilegal yang makin marak Dibandar Lampung dan jangan masuk angin, serta meminta kepada pangdam dan Danrem untuk memberi etik kepada anggotanya yang terlibat.
Perairan Pantai Selaki Panjang begitu mudahnya kapal – kapal pengangkut BBM ilegal berlayar bebas, Padahal, BBM solar yang dimuat termasuk ilegal tidak mengantongi izin resmi.
Berdasarkan Pasal 13 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, pejabat publik wajib bertindak profesional dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Bila terbukti adanya pembiaran, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai maladministrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 3 UU Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.
Hingga berita ini diturunkan belum adanya keterangan resmi terkait dugaan tersebut yang melibatkan oknum TNI Ad tersebut. (Investigasi™)
