HARIAN INDONESIA.Com
Kompetisi Memasak Amartha Yang Berlangsung di Palembang (Sum-Sel)
Amartha Financial (Amartha) perusahaan tekfin penyedia layanan keuangan digital bagi UMKM perempuan di desa memulai 2026 dengan menggelar kompetisi memasak kuliner khas lokal. Kompetisi memasak ini merupakan sasaran Amartha Financial untuk perempuan mengelolah kuliner pangan lokal di Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Riau, hingga Lampung.

Dengan melibatkan lebih dari 1.000 ibu mitra UMKM binaan Amartha di berbagai daerah, rangkaian kompetisi ini mengangkat 75 cerita rasa yang tumbuh dari dapur-dapur rumah tangga. Pada tahap awal, ibu mitra UMKM yang telah diseleksi membentuk kelompok untuk memasak dan mewakili tingkat regional.
Seleksi meliputi penilaian atas teknik memasak dan pemahaman tentang bahan pangan lokal. Pemenang di tingkat regional akan maju mewakili Provinsi dan mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.
Mengangkat tema pangan lokal Sumatra, kompetisi ini menyoroti kuliner yang tumbuh selaras dengan sungai yang menjadi nadi kehidupan sekaligus sumber bahan pangan. “Perempuan terutama para ibu memiliki peran kunci dalam mengolah hasil kuliner pangan lokal sekaligus menopang ekonomi keluarga hingga menjaga warisan kuliner agar terus lestari lintas generasi,” ungkap Julie Funding Officer Amartha, Kamis 15 Januri 2026.

Puncak kompetisi akan digelar di Jakarta dalam rangkaian peluncuran Amartha Prosper, yang mana para finalis akan berkompetisi di hadapan juri utama dan calon investor. Skema ini tidak hanya menampilkan kemampuan kuliner Ibu Mitra, tetapi juga memperkuat narasi pangan lokal, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta konektivitas antara UMKM akar rumput dan ekosistem investasi berkelanjutan.
Pada tahap regional Sumatra, kompetisi ini mempertemukan lima kelompok ibu mitra UMKM yang berasal dari berbagai wilayah, meliputi Baturaja, Bengkulu, Pangkalan Kuras, Pekanbaru, dan Lampung Selatan. Masing-masing kelompok menghadirkan sajian masakan berbahan pangan lokal yang mengangkat cerita, tradisi, dan kekayaan kuliner dari daerah asalnya. Seluruh rangkaian proses dan cerita menarik di balik kompetisi memasak para ibu di Sumatra ini terangkum di YouTube Amartha.
Melalui kompetisi ini, menurut Julie, Amartha ingin menguatkan nilai bahwa UMKM berperan penting dalam merawat keberlanjutan budaya kuliner lokal. Namun, UMKM membutuhkan dukungan berupa akses keuangan yang inklusif dan terjangkau, oleh sebab itu, Amartha menawarkan berbagai layanan yang mendukung penguatan ekonomi akar rumput.
Mulai dari layanan investasi mikro yang memungkinkan mitra menyisihkan sebagian keuntungan usaha sebagai dana pendidikan anak maupun dana darurat, layanan warung digital AmarthaLink yang membantu menambah pendapatan mitra, hingga Amartha Prosper sebagai platform investasi berkelanjutan yang diharapkan mampu membantu UMKM untuk memperoleh modal usaha.

“Berangkat dari dapur-dapur sederhana para ibu, Amartha membuka akses layanan keuangan yang inklusif agar tradisi pangan lokal tidak hanya hadir di meja makan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan. Melalui investasi berkelanjutan, masyarakat diajak untuk ikut berkontribusi menguatkan UMKM perempuan, ekonomi daerah, dan keberlanjutan pangan lokal. Dari rasa rumahan inilah, Amartha berharap masa depan pangan Indonesia tetap terjaga,” tutup Julie.
Hingga tahun 2025, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp37 triliun modal usaha kepada 3,7 juta UMKM perempuan, guna memperkuat kewirausahaan mikro, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia.
Sementara itu Masita Febrianti, salah satu peserta kompetisi memasak asal Bengkulu menceritkana rasa senang eskaligus bangga. “Sebagai ibu-ibu yang kesehariannya sangat dekat dengan kegiatan di dapur dan pangan lokal, ajang ini menjadi ruang untuk merawat cita rasa yang diwariskan dalam keluarga, sekaligus membuka jalan bagi kesejahteraan keluarga dan komunitas,” tutup Masita.(Investigasi™)
