Media Harian Indonesian com
Kami akan cek lagi kondisinya, kalau ternyata sudah baik semua akan segera dibuka,” ujar Rico Waas saat diwawancarai, Senin (15/6/2026).
Sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan alasan jogging track Lapangan Merdeka masih ditutup. Fasilitas tersebut diketahui kembali ditutup sejak Februari 2026 setelah mengalami kerusakan, dan hingga kini belum dapat digunakan.
Sampai sekarang enggak dibuka, padahal sudah hampir empat bulan ditutup karena kemarin rusak lagi,” kata seorang warga bernama Isma saat ditemui di Lapangan Merdeka, Kamis (11/6/2026).
Menurut Isma, bukan hanya jogging track yang belum berfungsi. Sejumlah fasilitas lain di kawasan Lapangan Merdeka juga masih belum dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk area parkir dan gedung bawah tanah.
Masih banyak fasilitas juga yang belum bisa digunakan. Karena parkirnya juga masih di tepi jalan, dan yang bagian bawah tanahnya juga masih ditutup,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi trotoar di sekeliling Lapangan Merdeka yang dinilai kurang nyaman karena terdapat sejumlah lubang. Selain itu, kendaraan yang parkir di tepi jalan kerap menggunakan trotoar sehingga mengganggu pejalan kaki.
“Di trotoarnya juga banyak lubang-lubang. Jadi karena trek larinya ditutup kadang banyak warga yang jalan dan jogging di situ, tapi ya itulah, banyak ranjaunya. Belum lagi parkir kalau padat sepeda motor dinaikkan ke trotoar,” ungkapnya.
Isma berharap Pemerintah Kota Medan dapat memberikan perhatian lebih terhadap ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat tersebut.
“Seharusnya bisa lebih diperhatikan lagi Lapangan Merdeka ini. Karena banyak warga yang ke sini untuk berolahraga atau cuma menghabiskan waktu aja,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, John Esther Lase, menyebutkan bahwa perbaikan jogging track membutuhkan waktu sekitar satu bulan karena proses pengerjaan dilakukan secara menyeluruh.
“(Perbaikan) jogging track kita upayakan sebulan. Kayaknya sebulan berarti butuh waktu sampai Maret lah ya,” ujar John pada Februari lalu.
John menjelaskan bahwa material jogging track sebenarnya memiliki kualitas yang baik. Namun, menurutnya, proses pemasangan sebelumnya dilakukan terlalu terburu-buru sehingga hasilnya tidak maksimal.
“Karena gini, jogging track yang lama itu sebenarnya secara kualitas bagus materialnya. Tapi mungkin karena dulu pemasangannya buru-buru mau dipakai, jadi pemasangannya enggak sempurna, itu yang membuat dia rusak terus,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa lapisan karet jogging track tidak merekat sempurna dengan permukaan beton karena kondisi beton belum benar-benar kering saat pemasangan dilakukan.
“Karetnya itu enggak lengket sama beton yang di bawahnya itu. Karena supaya karetnya lengket itu beton yang di bawahnya harus betul-betul kering,” katanya.
John juga menegaskan bahwa pihaknya meminta pelaksana proyek melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, mengingat pekerjaan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor selama masa pemeliharaan.
“Sudahlah kita tutup, sekalian kita perbaiki menyeluruh, bongkar ulang semua, pasang ulang, dan itu masih tanggung jawabnya pelaksana. Karena kan masih pemeliharaan, pungkasnya.
( Ibnuagusmar RED)
