Media harian Indonesia com sumatera Utara
Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Di bulan Juli nanti akan ditujukan kepada 1.756.846 KK,” ujar Budi Cahyanto, Minggu (14/6/2026).
Dalam program bantuan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh 20 kilogram beras serta empat liter minyak goreng merek Minyakita.
Budi menjelaskan, tambahan alokasi bantuan pangan ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak fluktuasi harga pangan di pasaran.
“Apakah ini berturut-turut saya tidak tahu. Upaya ini dilakukan untuk menjamin masyarakat yang memang rentan terhadap kenaikan harga pangan, itu bisa mendapatkan pangan gratis dari pemerintah,” katanya.
Menurut Budi, berbagai faktor global turut memengaruhi kondisi ekonomi nasional, termasuk nilai tukar rupiah yang berpotensi berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.
“Jadi efek global terhadap mungkin Rupiah menyebabkan harga beras naik segala macam potensi ya, itu antisipasi pemerintah dengan memberikan gratis,” sambungnya.
Sementara itu, Bulog Sumut masih melakukan percepatan penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari-Maret 2026. Penyaluran tahap tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 30 Juni 2026.
“Jadi setelah alokasi yang bulan Februari-Maret selesai di 30 Juni, nanti setelahnya ada tambahan untuk di bulan Juli,” ujar Budi.
Melalui penyaluran bantuan pangan ini, pemerintah berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor pangan. Program tersebut juga diharapkan mampu meringankan beban ekonomi jutaan keluarga penerima manfaat di Sumatera Utara.
(Ibnu Agusmar RED)
