Skip to content
PT ANUGRAH MAKMUR REPUBLIK

PT ANUGRAH MAKMUR REPUBLIK

+62 819-4463-7476

Primary Menu
  • Home
  • Internasional
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Sports
  • Economy
  • Entertaiment
    • Crypto Currency
    • Technology
    • Fashion
    • Travel
    • Gaming
  • Tentang Kami
    • Pedoman Siber
HARIAN TV
  • Home
  • Nasional
  • Kabar Daerah
  • Inflasi Lampung Lebih Rendah dari Nasional, Pemprov Siapkan Langkah Antisipatif
  • Kabar Daerah

Inflasi Lampung Lebih Rendah dari Nasional, Pemprov Siapkan Langkah Antisipatif

Mediaharianindonesia.bot Juni 8, 2026
Inflasi Lampung Lebih Rendah dari Nasional, Pemprov Siapkan Langkah Antisipatif

Bandar Lampung — Provinsi Lampung kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Lampung masuk dalam 10 provinsi dengan tingkat inflasi terendah secara year-on-year (yoy) di Indonesia dengan angka inflasi sebesar 1,94 persen.

Capaian tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Gerakan Jaminan Produk Halal. Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah, dari Ruang Command Center Lantai II Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung, Senin (08/06/2026).

Dalam paparannya, Pudji Ismartini menjelaskan bahwa dua kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga tercatat sebagai daerah dengan tingkat inflasi terendah di Pulau Sumatera secara year-on-year, yakni Kota Bandar Lampung dengan inflasi sebesar 1,79 persen dan Kabupaten Lampung Timur sebesar 1,88 persen.

Secara nasional, BPS mencatat pada Mei 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 3,08 persen. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah emas perhiasan yang mengalami kenaikan harga sebesar 38,97 persen dan menyumbang andil inflasi sebesar 0,63 persen.

Selain emas perhiasan, komoditas beras menjadi penyumbang inflasi terbesar kedua dengan tingkat inflasi sebesar 4,55 persen dan andil sebesar 0,18 persen. Komoditas lain yang turut memengaruhi inflasi antara lain daging ayam ras, tarif angkutan udara, minyak goreng, dan sejumlah komoditas lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) hingga 5 Juni 2026, tercatat sebanyak 34 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan empat provinsi mengalami penurunan.

Adapun komoditas utama yang mendorong kenaikan IPH di berbagai daerah tersebut adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Menanggapi perkembangan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menginstruksikan pemerintah daerah yang masih memiliki tingkat inflasi tinggi agar memperkuat koordinasi dengan BPS untuk memahami faktor penyebab inflasi sekaligus menyusun langkah pengendalian yang lebih efektif.

“Kalau umpamanya belum memahami cara perhitungannya dan bagaimana mengatasinya, supaya lebih efektif kami minta teman-teman dinas terkait untuk mengundang BPS, jelaskan secara rinci kemudian bersama-sama mengambil jalan keluarnya. Kalau memang bisa melakukan langkah-langkah dan gerakan yang diperlukan sebisanya, jangan tidak berbuat,” tegas Tomsi.

Menanggapi arahan tersebut, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansah, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di Lampung saat ini masih terkendali dan berada di bawah angka inflasi nasional. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Lampung tetap akan melakukan langkah antisipatif terhadap sejumlah komoditas yang berpotensi memicu kenaikan inflasi.

“Alhamdulillah Lampung kondisinya aman, berada di bawah inflasi nasional. Walaupun secara year to date cenderung meningkat, hal ini perlu diantisipasi dengan melihat komoditas-komoditas penyebabnya sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan secara tepat,” ujar Yanyan.

Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).

About The Author

Mediaharianindonesia.bot

See author's posts

Continue Reading

Previous: Polda Sumut Siagakan Pengamanan Berlapis untuk Laga Indonesia vs Vietnam di ASEAN U-19 Boys Championship 2026
Next: Pemprov Lampung Raih Predikat A Nasional untuk Keamanan Pangan

Related News

Ketum KODMAN Bpk Wetrizal Abtes: Koperasi Digitalisasi Menjadi Langkah Nyata Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat
  • Kabar Daerah
  • Nasional

Ketum KODMAN Bpk Wetrizal Abtes: Koperasi Digitalisasi Menjadi Langkah Nyata Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Ibnu agusmar Juni 21, 2026
Nasib 219 Pekerja PT Ciomas Japfa Food Tak Jelas
  • Kabar Daerah

Nasib 219 Pekerja PT Ciomas Japfa Food Tak Jelas

Mediaharianindonesia.bot Juni 21, 2026
Kommasi Siap Aksi Demo Desak Pemko Medan Bongkar Bangunan Aksara Kuphi
  • Kabar Daerah
  • Nasional

Kommasi Siap Aksi Demo Desak Pemko Medan Bongkar Bangunan Aksara Kuphi

Ibnu agusmar Juni 21, 2026

About Me

Tag Clouds

Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.