MUARADUA
Harian indonesia.com muaradua
Bukan razia. Bukan penggerebekan. Kamis pagi, 4 Juni 2026, yang parkir di halaman Yayasan Yatim Piatu Al-Amanah justru mobil polisi penuh beras, minyak, dan telur.
Pukul 09.00 WIB, udara Pasar Ilir, Kelurahan Pasar Muaradua, mendadak hangat. Sat Intelkam Polres OKU Selatan datang bukan untuk menindak. Tapi untuk memeluk. Agenda bakti sosial ini jadi penanda Bulan Bhakti Bhayangkara ke-80 Tahun.
Rombongan dipimpin langsung Kasat Intelkam, Iptu Muhammad Soleh, S.E. Didampingi Kanit Sosbud Aipda Rendy Juwansyah, S.E. dan seluruh Anggota Unit III Sat Intelkam.
Tak ada barikade. Tak ada protokol kaku. Pimpinan Pengasuh Yayasan, Ustadz Chairul Akmal, menyambut langsung dengan senyum. Polisi duduk lesehan. Ngobrol. Tertawa bareng 25 anak yatim piatu Al-Amanah.
Yang diserahkan bukan surat perintah. Tapi paket sembako: beras kemasan 5 kg, mie instan, minyak goreng, dan telur ayam ras. Untuk 25 pasang tangan kecil yang setiap hari berjuang.
“Bakti sosial ini wujud nyata empati Polri. Kami ingin membangun ikatan sosial yang harmonis,” ujar Iptu M. Soleh.
Ia menyebut, aksi ini cara Sat Intelkam memohon keberkahan. “Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, berbagi ke anak yatim adalah bentuk syukur kami. Polri makin matang, harus makin merakyat,” katanya.
Ustadz Chairul Akmal terharu. “Bantuan ini sangat berarti. Anak-anak kami doakan, semoga Polri, khususnya Sat Intelkam OKU Selatan, selalu diberi keberkahan dan makin dicintai masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan berjalan tertib, lancar, dan penuh canda. Situasi aman kondusif. Yang terdengar hanya tawa renyah anak-anak.
Di Muaradua pagi itu, seragam coklat menunjukkan wajah lain. Bukan penindak, tapi pelindung. Bukan menakutkan, tapi mengayomi.
Sat Intelkam Polres OKU Selatan menegaskan komitmen: pendekatan humanis akan terus dikedepankan. Tujuannya satu. Memperkuat kemitraan dan menjaga kamtibmas tetap sejuk di Bumi Serasan Seandanan.
Karena tugas polisi bukan hanya menjaga kota. Tapi juga menjaga hati rakyatnya.
. Romy Batara 94
