Harianindonesia.com – Harga emas dunia diproyeksikan melesat tajam hingga menembus US$ 6.500 per ons troi pada 2026. Kenaikan itu dipicu kombinasi risiko geopolitik global, perang dagang berkepanjangan, hingga memanasnya dinamika politik dan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi bahkan merevisi target harga emas dunia, dengan potensi menembus US$ 6.500 per ons troi pada 2026, dari sebelumnya dipatok di level US$ 5.500 ons troi. “Saya revisi target harga emas dunia. Dengan kondisi saat ini, bukan tidak mungkin di 2026 emas menyentuh US$ 6.500 per ons troi,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, lonjakan harga emas didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang semakin kompleks. Dari sisi global, eskalasi geopolitik di berbagai kawasan menjadi katalis utama penguatan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, seiring pergerakan kapal induk Amerika Serikat ke kawasan tersebut dan memanasnya hubungan Israel–Iran. “Situasi ini dinilai berisiko mengganggu pasokan minyak global, yang berpotensi mendorong lonjakan harga energi dan inflasi dunia,” papar Ibrahim.
Tak hanya Timur Tengah, Ibrahim mengatakan, konflik Rusia–Ukraina juga dinilai masih jauh dari kata selesai. Ibrahim memperkirakan perang di Eropa Timur berpotensi berlanjut hingga dua hingga tiga tahun ke depan, disertai ancaman embargo lanjutan yang dapat mengerek harga minyak, gas alam, dan komoditas strategis lainnya.
“Kalau perang meluas, inflasi global akan kembali tinggi. Dalam kondisi seperti itu, emas hampir selalu jadi pelarian utama investor,” tegasnya.
Di sisi lain, perang dagang global kembali membara. Hubungan AS dengan Uni Eropa, China, Jepang, Korea Selatan, hingga negara berkembang dinilai masih berada di jalur konfrontatif. Kebijakan tarif baru dan ancaman balasan diperkirakan akan berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.
“Ini bukan hanya perang dagang, tapi sudah masuk ke perang mata uang. Dolar tertekan, dan itu sangat menguntungkan emas,” kata Ibrahim. (*)
